Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, publik dihebohkan oleh aksi pengibaran bendera bajak laut dari serial anime One Piece yang dikibarkan berdampingan dengan Bendera Merah Putih di sejumlah wilayah. Simbol tengkorak bertopi jerami yang dikenal sebagai Jolly Roger milik kelompok Topi Jerami dalam serial tersebut terlihat dikibarkan di berbagai tempat, mulai dari kendaraan logistik, rumah warga, hingga kantor-kantor swasta.
Fenomena ini mulai ramai diperbincangkan di media sosial sejak akhir Juli 2025 dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat serta para pejabat negara.
Menurut sejumlah pengamat budaya populer dan warganet, bendera dalam serial One Piece tidak sekadar menjadi simbol fiksi, melainkan mewakili semangat perlawanan terhadap ketidakadilan, penindasan, dan kekuasaan yang sewenang-wenang. Dalam narasi anime tersebut, para bajak laut digambarkan sebagai pejuang kebebasan yang menolak tunduk pada sistem yang menindas.
“Dalam One Piece, bendera itu bukan Cuma aksesoris, tapi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Banyak yang merasa itu relevan dengan situasi sosial kita sekarang,” ujar akun TikTok @Fhandinie dalam videonya yang telah ditonton lebih dari satu juta kali.
Fenomena tersebut turut menarik perhatian pejabat negara. Wakil Ketua MPR, Firman Soebagyo, menilai pengibaran bendera bajak laut berbarengan dengan Merah Putih sebagai tindakan yang berpotensi melecehkan simbol negara.
“Mengibarkan bendera bajak laut bersamaan dengan Merah Putih di momen kemerdekaan merupakan tindakan provokatif,” ujarnya tegas.
Sementara itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa fenomena ini bukanlah aksi spontan, melainkan bagian dari gerakan yang terorganisir untuk menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.
Namun, pandangan berbeda datang dari Partai Demokrat. Mereka menilai bahwa aksi tersebut merupakan bentuk ekspresi publik yang sah dalam kerangka demokrasi.
Para sopir logistik dan warganet yang mengibarkan bendera bajak laut menyampaikan bahwa aksi mereka bukanlah bentuk pemberontakan, melainkan simbol keresahan terhadap kondisi ekonomi.
“Kami Cuma ingin didengar. Harga BBM naik, tarif tol naik, tapi upah nggak berubah. Gimana kami nggak stres?” ujar seorang sopir dalam video TikTok-nya.
Organisasi buruh seperti Sarbumusi NU juga merespons fenomena ini. Mereka mengimbau masyarakat agar tetap menjunjung tinggi Merah Putih sebagai simbol utama perjuangan bangsa, namun juga memahami latar belakang sosial dari ekspresi tersebut.
Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, disebutkan bahwa Bendera Merah Putih wajib dikibarkan secara hormat dan tidak boleh disandingkan dengan lambang lain yang menurunkan martabatnya.
Pengamat hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia, Dr. Taufik Rahman, menyampaikan bahwa pengibaran simbol asing meskipun berasal dari dunia fiksi dalam posisi sejajar atau lebih tinggi dari Merah Putih bisa dianggap sebagai penghinaan terhadap lambang negara, apalagi jika dilakukan secara demonstratif dan provokatif.
“Secara aturan, bendera Merah Putih harus dikibarkan di posisi tertinggi. Jika ada simbol lain yang sejajar atau lebih tinggi, hal itu bisa dinilai melanggar hukum,” ujarnya.
Kini, bendera One Piece telah melampaui batas dunia fiksi. Ia menjelma menjadi simbol solidaritas, perlawanan tanpa kekerasan, bahkan bentuk ketidakpercayaan terhadap elite politik. Fenomena ini mencerminkan bagaimana generasi muda dan kalangan pekerja mulai menggunakan budaya populer sebagai saluran kritik sosial dan politik.
Pemerintah pun didesak untuk tidak hanya melihat fenomena ini dari sisi pelanggaran hukum, melainkan juga memahami keresahan sosial yang melatari munculnya aksi tersebut.
“Simbol ini bisa jadi alarm bahwa ada yang sedang tidak baik-baik saja di akar rumput. Sebaiknya dengarkan dulu, jangan langsung represif,” tulis akun @oposisi_rakyat dalam unggahan Instagram-nya yang viral.
Di tengah semangat menyambut hari kemerdekaan, rakyat menyalurkan aspirasi mereka dengan berbagai cara. Pemerintah diharapkan hadir dengan pendekatan yang persuasif dan dialogis, bukan kekerasan. Sebagaimana kata Luffy dalam One Piece, “Kalau kau tak melawan, kau tak akan pernah menang.” (THA)
Referensi :
https://www.nu.or.id/nasional/bendera-one-piece-marak-sarbumusi-serukan-pengibaran-merah-putih-YXb2U
https://www.beritasatu.com/nasional/2910196/sarbumusi-kibarkan-merah-putih-jangan-bendera-one-piece