Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Artikel

Program MBG Tuai Pro dan Kontra, Investasi SDM atau Risiko Pemborosan Anggaran?

lpmneraca oleh lpmneraca
Juni 8, 2026
dalam Artikel, Umum
0 0
0

Sumber foto: https://pin.it/2ucbFLC3V

95
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sola Gratia Nababan 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah terus menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, namun juga menuai kritik dari kalangan akademisi dan ekonom. Perdebatan muncul karena adanya perbedaan pandangan mengenai manfaat, efektivitas, serta penggunaan anggaran negara dalam pelaksanaan program tersebut.

Pihak yang mendukung Program MBG menilai bahwa kebijakan ini merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar pemberian makanan gratis, melainkan langkah strategis untuk memperbaiki kualitas generasi muda Indonesia di masa depan. Menurutnya, munculnya pro dan kontra disebabkan oleh perbedaan cara pandang masyarakat dalam melihat tujuan program tersebut. Ia menyebut bahwa sebagian masyarakat belum memahami bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kelompok pendukung beranggapan bahwa pemenuhan gizi sejak usia sekolah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fisik, kecerdasan, kemampuan belajar, dan produktivitas seseorang di masa depan. Dengan tersedianya makanan bergizi secara rutin, anak-anak diharapkan dapat belajar dengan lebih fokus, memiliki kesehatan yang lebih baik, serta terhindar dari berbagai masalah gizi seperti stunting atau kekurangan nutrisi. Pemerintah juga menilai bahwa kualitas sumber daya manusia yang unggul merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Selain manfaat di bidang kesehatan dan pendidikan, program ini juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang positif. Pelaksanaan MBG melibatkan berbagai sektor, mulai dari petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM penyedia bahan pangan. Oleh karena itu, program ini dianggap tidak hanya membantu penerima manfaat secara langsung, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan permintaan bahan pangan lokal.

Di sisi lain, Program MBG juga mendapat kritik dari sejumlah akademisi, salah satunya dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ekonom UGM, Wisnu Setiadi Nugroho, menilai bahwa program tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran apabila diterapkan secara universal kepada seluruh siswa tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga penerima manfaat. Menurutnya, anak-anak dari keluarga mampu yang sebenarnya tidak membutuhkan bantuan tetap memperoleh manfaat yang sama dengan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi efektivitas penggunaan anggaran negara.

Wisnu menyarankan agar Program MBG diprioritaskan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi, serta daerah yang masih menghadapi persoalan stunting dan kerawanan pangan. Dengan sistem yang lebih terarah, anggaran yang digunakan dinilai akan lebih efisien dan tepat sasaran sehingga manfaat program dapat dirasakan oleh kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Selain persoalan sasaran penerima manfaat, kelompok yang mengkritik program juga menyoroti tantangan dalam pelaksanaannya. Mereka menilai bahwa distribusi makanan, pengawasan kualitas gizi, serta pengelolaan anggaran dalam skala nasional bukanlah hal yang mudah. Jika tidak diawasi secara ketat, program ini berisiko menghadapi berbagai masalah, mulai dari keterlambatan distribusi, kualitas makanan yang tidak sesuai standar, hingga potensi penyalahgunaan anggaran.

Perdebatan mengenai Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa kedua pihak sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas generasi muda Indonesia. Perbedaannya terletak pada pendekatan yang digunakan. Kelompok pendukung memandang program ini sebagai investasi besar yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan bangsa, sedangkan kelompok pengkritik lebih menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Pada akhirnya, keberhasilan Program MBG akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengelola program secara transparan, efektif, dan tepat sasaran. Apabila pelaksanaannya berjalan dengan baik, program ini berpotensi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Namun, jika pengawasan dan pengelolaannya kurang optimal, kekhawatiran mengenai pemborosan anggaran dan ketidaktepatan sasaran dapat menjadi tantangan besar yang harus segera diselesaikan.

Referensi:

https://www.bgn.go.id/news/siaran-pers/kepala-bgn-respon-pro-kontra-program-mbg-ini-investasi-jangka-panjang-perbaiki-kualitas-sdm

https://www.bgn.go.id/news/siaran-pers/kepala-bgn-respon-pro-kontra-program-mbg-ini-investasi-jangka-panjang-perbaiki-kualitas-sdm

Tag: anggaranartikelINVESTASIMBGPRO KONTRASDM

Terkait Pos-pos

Kampus

Politeknik Negeri Medan Resmi Buka PORSENI XV, Sambut 48 Politeknik dari Seluruh Indonesia

oleh lpmneraca
Juli 25, 2026
0

Medan | Neraca – Politeknik Negeri Medan (Polmed) resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia di Lapangan...

Baca lebih lanjut

Eating Disorder di Kalangan Remaja

Juli 21, 2026

LGBTQ Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2025

Juli 18, 2026

Kelangkaan BBM di Sumatera Utara, Warga Antre Berjam-jam di SPBU

Juli 16, 2026

Belajar Berdamai dengan Hal yang Tak Bisa Dikendalikan: Ulasan The Let Them Theory

Juli 11, 2026

Ketika Isi Piring Berubah: Tren Vegan yang Menggeser Gaya Hidup

Juli 9, 2026

Popular Posts

Kampus

Politeknik Negeri Medan Resmi Buka PORSENI XV, Sambut 48 Politeknik dari Seluruh Indonesia

oleh lpmneraca
Juli 25, 2026
0

Medan | Neraca – Politeknik Negeri Medan (Polmed) resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) XV Politeknik se-Indonesia di Lapangan...

Baca lebih lanjut

Politeknik Negeri Medan Resmi Buka PORSENI XV, Sambut 48 Politeknik dari Seluruh Indonesia

Eating Disorder di Kalangan Remaja

LGBTQ Masuk Kategori Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2025

BEM Polmed Gelar Edukasi Siaga Bencana dan Peduli Lingkungan di Desa Tiga Pancur

Kelangkaan BBM di Sumatera Utara, Warga Antre Berjam-jam di SPBU

DPM Layangkan Surat Peringatan, Presiden Mahasiswa Mempertanyakan Dasar Keputusan

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru