Gelombang demonstrasi besar yang berlangsung sejak Agustus hingga awal September 2025 menimbulkan dampak signifikan terhadap ekonomi nasional dan kehidupan masyarakat di Indonesia.
Puncak aksi terjadi pada 25 Agustus 2025 di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, serta di sejumlah kota lain di Indonesia. Para pengunjuk rasa menuntut transparansi gaji anggota DPR, pembatalan tunjangan rumah, hingga desakan pembubaran lembaga legislatif. Situasi yang memanas membuat akses menuju Gedung Parlemen ditutup sementara, sementara sejumlah jalur transportasi umum dialihkan agar tidak melewati kawasan demo.
Ketidakpastian tersebut berdampak langsung pada stabilitas pasar keuangan dan aktivitas ekonomi sehari-hari. Pemerintah pun dihadapkan pada tekanan untuk segera mengambil langkah cepat demi menjaga ketertiban dan stabilitas negara. Jika aksi ini berlangsung berlarut-larut, potensi kerugian bagi perekonomian Indonesia diperkirakan akan semakin besar.
Dampak Ekonomi
- Pasar keuangan tertekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam hingga 2–3% selama puncak aksi. Investor asing juga melakukan penarikan modal (capital outflow) karena khawatir terhadap ketidakstabilan politik.
- Rupiah melemah
Meski Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar valuta asing, rupiah tetap tertekan. Pelemahan ini dipengaruhi kondisi dalam negeri akibat demonstrasi serta faktor eksternal, seperti inflasi tinggi di Amerika Serikat.
- Harga emas melonjak
Emas dipilih masyarakat sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian. Harga emas Antam dan UBS naik beberapa ribu rupiah per gram akibat tingginya permintaan.
- Modal asing keluar signifikan
Investor global mengalihkan dana ke instrumen yang lebih aman. Indonesia mencatat arus keluar modal jangka pendek sebagai respons atas meningkatnya risiko politik dan keamanan.
- Investasi baru tertunda
Banyak pelaku usaha dan investor menunda keputusan investasi hingga situasi politik dan keamanan kembali stabil.
- Ekonomi masyarakat menurun sementara
Ketidakpastian ekonomi dan gangguan mobilitas akibat demonstrasi membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka, terutama untuk kebutuhan non-esensial yang dianggap bisa ditunda.
Dampak Sosial dan Publik
- Transportasi umum terganggu
Sejumlah rute TransJakarta dialihkan dan beberapa koridor dihentikan, menyebabkan kemacetan parah di sekitar kawasan Senayan.
- Pengamanan diperketat
Sebanyak 1.250 personel gabungan diturunkan untuk menjaga jalannya aksi, menambah tekanan pada anggaran negara.
- Akses gedung pemerintahan ditutup
Gedung DPR ditutup sejak pukul 10.30 wib karena terjadi bentrokan, menimbulkan keresahan di masyarakat.
Ekonom senior Raden Pardede kepada CNBC Indonesia menyebut, demonstrasi memang meningkatkan volatilitas pasar, namun dampaknya akan bersifat jangka pendek bila situasi segera terkendali.
- Pada 29 Agustus 2025, IHSG tercatat turun 2,27% dan rupiah melemah hampir 1%.
- Pada 1 September 2025, IHSG sempat jatuh 3,34% di awal perdagangan, namun minat beli asing berhasil menopang stabilitas jangka menengah.
Raden menegaskan pentingnya stabilitas politik dan kepastian hukum agar kepercayaan pelaku usaha tetap terjaga. Dengan langkah yang tepat, perekonomian diyakini dapat pulih lebih cepat pasca-gejolak aksi massa.
Gelombang demonstrasi 2025 tidak hanya menekan pasar keuangan, tetapi juga mengganggu transportasi umum, merusak fasilitas publik, dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Meski dampak ekonominya diproyeksikan bersifat sementara, aksi ini meninggalkan catatan serius mengenai stabilitas politik, kredibilitas DPR, serta tuntutan rakyat terhadap transparansi dan reformasi lembaga negara. (ATS)
Refrensi foto
https://www.tempo.co/politik/penyebab-demonstrasi-2025-2064937
Referensi
https://tirto.id/dampak-demo-massal-2025-terhadap-ekonomi-indonesia-hgSD
https://www.tempo.co/politik/kerugian-akibat-demonstrasi-di-jakarta-hingga-rp-55-miliar-2065397