Medan | Neraca — Clapham Collective sukses menyelenggarakan acara Clapham Conversation bertajuk “Marketing That Moves the Business,” pada Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 09.00–12.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Clapham Collective, Komplek Ruko Centre Point Medan, Jalan Timor Blok G No. III, lantai 2. Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta dan tamu undangan pada pukul 08.00 WIB, lalu dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony (MC). Sesi pemaparan materi pertama dimulai oleh narasumber Sky Salim, selaku CEO SkySea.id, mengenai dasar-dasar marketing.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa hakikat dari marketing bukan sekadar mempromosikan produk, melainkan memahami manusia (human being). Mengenal pelanggan memerlukan empati yang mendalam serta pemanfaatan data demografi dan persona konsumen. Beliau juga memaparkan analogi strategi pemasaran yang diibaratkan seperti kolam, ikan, dan umpan, dimana kolam sebagai tempat atau wadah untuk menemukan target konsumen, ikan sebagai target pelanggan yang ingin dijangkau, dan umpan sebagai pesan atau penawaran yang diberikan kepada konsumen. Ketiganya harus ditentukan secara presisi.
Selain itu, Ia juga mengupas materi mengenai pentingnya keunggulan produk dengan mengambil beberapa contoh kasus nyata di Kota Medan, seperti Dimsum Babura, Wajir Seafood, dan Bolu Meranti, serta strategi retensi melalui Birthday Campaign dan Refer & Glow.
Di tengah sesi materi, seorang peserta wanita mengajukan pertanyaan mengenai apa itu TOFU. Menanggapi hal tersebut, ia menjelaskan bahwa TOFU merupakan singkatan dari Top of Funnel, yakni tahapan paling atas dalam marketing funnel yang bertujuan untuk membangun kesadaran merek serta jangkauan kepada calon konsumen baru. Beliau juga menjelaskan kelanjutan tahapan tersebut ke MOFU (Middle of Funnel) untuk membangun pertimbangan dan interaksi, serta BOFU (Bottom of Funnel) yang berfokus pada konversi penjualan akhir melalui promo khusus atau flash sale.
Setelah sesi pemaparan oleh Sky Salim, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber kedua, yaitu Thomas Iskandar selaku CEO Jestham Group, yang membawakan topik bertajuk “What Really Drives Business Growth? Viral Itu Mudah, Repeat Order Itu Sulit.”
Ia menegaskan bahwa sepuluh tahun pengalamannya di Jestham mengajarkan prinsip dasar dalam bisnis “Follower bukan bisnis. Order bukan bisnis. Repeat order, baru bisnis.” Beliau menjelaskan bahwa viral atau mendatangkan orang berbelanja sekali saja belum lah cukup, yang menentukan keberlangsungan bisnis adalah kemampuan membuat pelanggan kembali membeli.
Dalam operasional hariannya, Ia juga membagikan daftar layar inventori dan dashboard harian yang rutin ia buka, meliputi TikTok Market Scope, Kalodata, FastMoss, Seller Center TikTok & Shopee, Dashboard Afiliasi & MCN.
Thomas Iskandar juga menekankan pentingnya layanan purna jual (after sales) serta mengelola ulasan atau komplain pelanggan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan standar operasional prosedur (SOP) perusahaan. Selain itu, sesi ini menyoroti tantangan di era AI, di mana konten menjadi semakin murah, dengan didukung AI untuk ide, skrip, hingga host live 24 jam, namun perhatian dan kredibilitas manusia menjadi hal yang mahal karena kepercayaan tidak bisa di-generate oleh mesin. Seluruh strategi tersebut berakar pada visi Jestham untuk membuka lapangan kerja serta menghadirkan produk berkualitas dengan harga terjangkau.
Tepat pada pukul 10.48 WIB, kegiatan dihentikan sejenak untuk coffee break selama 5 menit. Setelah istirahat singkat tersebut, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan khusus dari Binus Online yang disampaikan oleh MC.
Dalam sesi ini, pihak Binus Online memaparkan berbagai keunggulan kuliah 100% online yang fleksibel, memiliki reputasi global, serta jaringan alumni yang luas dengan total 27.000 komunitas yang tersebar di seluruh dunia. Dipaparkan pula keunggulan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, yaitu penyetaraan akademik bagi lulusan SMA/sederajat dengan minimal 3 tahun pengalaman kerja sehingga mahasiswa dapat lulus lebih cepat (bisa lulus 3 hingga 7 semester) dengan potongan biaya kuliah 50% pada mata kuliah yang diakui, serta didukung layanan pengembangan karier profesional.
Setelah pemaparan dari Binus Online, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama moderator serta tanya jawab interaktif yang menggali lebih dalam berbagai topik materi. Sesi diskusi ini dibuka terlebih dahulu dengan pembahasan bersama Sky Salim terkait perjalanan agensinya serta bagaimana ia belajar marketing, sebelum akhirnya moderator melanjutkan diskusi mendalam bersama Sky Salim dan Thomas Iskandar mencakup berbagai isu penting.
Rangkaian kegiatan Clapham Conversation ini kemudian ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Acara ini sukses memberikan wawasan komprehensif seputar kolaborasi strategi bisnis, penerapan marketing funnel, pentingnya menjaga retensi pelanggan, hingga pemanfaatan teknologi modern di tengah dinamika industri kreatif. (MAH)