Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
PORTAL BERITA
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
LPM Neraca
Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
Beranda Artikel

Sunyi di Balik Ramainya Malioboro: Membaca Luka dan Cinta dalam Malioboro at Midnight

lpmneraca oleh lpmneraca
Juni 19, 2026
dalam Artikel
0 0
0

Sumber foto: https://image.gramedia.net/rs:fit:0:0/plain/https://cdn.gramedia.com/uploads/picture_meta/2023/4/1/9n7hoatkffndxdtbppb2fm.jpg

21
PENONTON
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh: Wulan Nurlizah Siregar

Di tengah riuhnya Malioboro yang tak pernah benar-benar tidur, Malioboro at Midnight justru menghadirkan ironi: keramaian yang menyembunyikan kesepian. Novel karya Skysphire ini tidak sekadar bercerita tentang cinta, tetapi tentang ruang kosong yang sering kali hadir di dalamnya.

Berawal dari popularitas di platform digital, novel ini kemudian diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan mendapat tempat di kalangan pembaca muda. Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa karya yang lahir dari media sosial kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Cerita berpusat pada Serana Nighita, seorang mahasiswi yang menjalani hubungan jarak jauh dengan Jan Ichard, musisi yang sibuk mengejar karier. Relasi mereka tidak runtuh karena ketiadaan rasa, melainkan karena absennya kehadiran, sesuatu yang justru menjadi inti dari hubungan itu sendiri.

Kesepian Sera tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan tumbuh perlahan di antara komunikasi yang semakin jarang dan kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Di titik ini, novel mulai berbicara tentang realitas yang dekat: bagaimana seseorang bisa merasa sendiri, bahkan saat masih memiliki pasangan.

Kehadiran Malioboro Hartigan kemudian menjadi titik balik. Ia hadir sebagai sosok yang mendengarkan, memahami, dan yang paling penting hadir. Namun, di balik kehangatan itu, muncul pertanyaan yang lebih besar: apakah kehadiran baru selalu menjadi solusi, atau justru pelarian?

Konflik cinta segitiga yang dihadirkan sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Skysphire tidak menawarkan kebaruan dalam struktur cerita, tetapi mencoba menguatkannya melalui pendekatan emosional yang intens. Di sinilah novel ini terasa relevan, meski di saat yang sama juga mudah ditebak.

Gaya bahasa yang ringan menjadi kekuatan utama. Narasi mengalir tanpa jarak, membuat pembaca mudah terhubung dengan emosi tokoh. Namun, pada beberapa bagian, intensitas emosi yang terlalu tinggi justru terasa berlebihan dan berpotensi melemahkan kesan realistis.

Karakter Malioboro menjadi daya tarik tersendiri, hangat, suportif, dan nyaris tanpa cela. Sosok ini memenuhi ekspektasi pembaca akan figur ideal, tetapi di sisi lain juga menimbulkan pertanyaan: sejauh mana karakter ini merepresentasikan realitas, dan bukan sekadar fantasi emosional?

Sayangnya, fokus yang terlalu besar pada tokoh utama membuat karakter pendukung kurang tergarap. Hal ini membuat dunia cerita terasa sempit, seolah hanya berputar pada konflik personal tanpa eksplorasi sosial yang lebih luas.

Terlepas dari itu, Malioboro at Midnight tetap menawarkan refleksi yang relevan. Novel ini mengingatkan bahwa kesepian tidak selalu terlihat, bahwa kehadiran sering kali lebih bermakna daripada kata-kata, dan bahwa mencintai diri sendiri adalah proses yang tidak sederhana.

Pada akhirnya, novel ini bukan hanya tentang memilih antara dua orang, tetapi tentang keberanian untuk memilih diri sendiri, sebuah keputusan yang sering kali paling sulit.

Dengan segala kelebihan dan keterbatasannya, Malioboro at Midnight berhasil menjadi cermin keresahan emosional generasi muda. Ia mungkin tidak menawarkan sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi tetap mampu menyentuh, karena pada dasarnya, setiap orang pernah merasa sendiri di tengah keramaian.


Referensi:

https://www.bithe.co/news/review-buku-malioboro-at-midnight/index.html https://indonesiamembaca.perpusnas.go.id/resensi/9cf59b4a-dfb4-443d-ac96-d01a2d051188 https://rizkyyuliani.wordpress.com/2023/07/09/review-malioboro-at-midnight-karya-skysphire/ https://library.smpn8solo.sch.id/resensi-buku-malioboro-at-midnight/ https://yoursay.suara.com/ulasan/2023/12/22/195521/ulasan-buku-malioboro-at-midnight-kisah-rumit-dengan-hadirnya-orang-ketiga
https://www.goodreads.com/book/show/125467698-malioboro-at-midnight 
https://www.gramedia.com/best-seller/review-novel-malioboro-at-midnight/

Tag: cintalukamalioboronovel

Terkait Pos-pos

Artikel

Program MBG Tuai Pro dan Kontra, Investasi SDM atau Risiko Pemborosan Anggaran?

oleh lpmneraca
Juni 8, 2026
0

Oleh: Sola Gratia Nababan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah terus menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Program yang bertujuan...

Baca lebih lanjut

Gebrakan Ekonomi: Aturan Baru Devisa Ekspor Resmi Berlaku Demi Amankan Rupiah

Juni 2, 2026

Bukit Lawang, Destinasi Ekowisata Orangutan di Sumatra Utara

Mei 16, 2026

“Laut Bercerita”: Kisah Aktivisme dan Jejak yang Hilang di Penghujung Orde Baru

Mei 14, 2026

Na Willa: Cara Sederhana Film Ini Mengajak Kita Kembali Jadi Anak-Anak

Mei 3, 2026

Makna Lagu “Bila” Raisa: Perjalanan Emosional dari Penolakan hingga Keikhlasan

April 26, 2026

Popular Posts

Artikel

Sunyi di Balik Ramainya Malioboro: Membaca Luka dan Cinta dalam Malioboro at Midnight

oleh lpmneraca
Juni 19, 2026
0

Oleh: Wulan Nurlizah SiregarDi tengah riuhnya Malioboro yang tak pernah benar-benar tidur, Malioboro at Midnight justru menghadirkan ironi: keramaian yang...

Baca lebih lanjut

Sunyi di Balik Ramainya Malioboro: Membaca Luka dan Cinta dalam Malioboro at Midnight

Pelantikan Pengurus HMPS TRPF 2026/2027 Tandai Awal Kepemimpinan Baru

Aliansi Mahasiswa Sumut Gelar Aksi di Lapangan Merdeka, Suarakan Tujuh Tuntutan kepada Pemerintah

Resmi Dilantik, HMPS Manajemen Bisnis Polmed Siap Jalankan Kepengurusan 2026–2027

BEM Polmed Gelar Konsolidasi Mahasiswa Bahas Isu Nasional dan Rencana Aksi Bersama

HMPS TRJT Polmed Resmi Lantik Pengurus Periode 2026/2027, Usung Semangat Inovatif dan Profesional

Muat Lebih Banyak


Popular Posts

Kekecewaan Cinta dalam Lagu ‘I Don’t Love You’ dari My Chemical Romance

oleh lpmneraca
Maret 15, 2024
0

Birds of a Feather Karya Billie Eilish Ungkapkan Cinta yang Obsesif dan Posesif

oleh lpmneraca
Juli 17, 2024
0

Drunk Text by Henry Moodie: Mengungkap Perasaan Cinta Dalam Diam dan Ketakutan Friendzone

oleh lpmneraca
Februari 20, 2024
0

LPM Neraca

© 2024 LPM Neraca Polmed

Contacts

Follow Us

Tiada Hasil
Tinjau Semua Hasil
  • Beranda
  • Kampus
    • KEMA
    • BEM
    • DPM
    • LPM
    • UKM
    • HMPS
  • Umum
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
  • Ekonomi
  • Publikasi
    • Buletin
    • Majalah
  • Opini
  • Tips dan Trik
  • Tentang Kami

© 2024 LPM Neraca Polmed

Selamat Datang Kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Buat Akun Baru!

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Semua bidang diisi. Masuk

Dapatkan kembali kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Masuk

Tambahkan Daftar Putar Baru