Medan | Neraca – Guna mengasah kemampuan di bidang jurnalistik serta memperluas wawasan praktis mahasiswa dalam memahami dunia industri media profesional, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) ke-16.
Rangkaian acara yang mengusung tema “Memotret Fakta, Menata Warta” ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 5–6 Juni 2026. Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat, 5 Juni 2026 di Aula Pascasarjana Sutomo, Medan. Memasuki hari kedua, Sabtu, 6 Juni 2026, para peserta melanjutkan kegiatan dengan melakukan kunjungan lapangan ke kantor Kompas TV Sumatra Utara di Jalan K.H. Wahid Hasyim No. 37, Medan, guna melihat secara langsung praktik kerja media penyiaran dan proses produksi berita di lapangan.
Ketua Panitia Acara, Habib Aufa Arrozi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menjadi wadah bagi peserta untuk mempertajam kemampuan dalam menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas.
Pada hari pertama, para peserta dibekali dengan berbagai materi fundamental. Tidak hanya mempelajari teknik dasar reportase, mereka juga diajarkan bagaimana praktik menulis berita yang baik, mekanisme mengunggah berita ke situs web, hingga teknik menghasilkan foto jurnalistik yang faktual dan bercerita. Pembekalan teori ini menjadi modal utama sekaligus bekal awal bagi para peserta sebelum terjun langsung melihat realitas kerja di industri media.
Memasuki hari kedua, para peserta langsung bertolak menuju kantor Kompas TV Sumatra Utara. Kunjungan lapangan ini bertujuan agar para peserta dapat menyaksikan secara langsung bagaimana praktik kerja media penyiaran berlangsung di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, para jurnalis muda ini berkesempatan untuk berdiskusi interaktif dengan tim redaksi Kompas TV Medan, diantaranya bersama Bapak Barih selaku produser dan Bang Amir sebagai news reporter. Diskusi tersebut mengupas tuntas mekanisme produksi berita televisi, mulai dari tahapan rapat proyeksi, proses peliputan di lapangan oleh reporter, penyusunan naskah, proses penyuntingan (editing), hingga strategi distribusi berita ke berbagai platform digital.
Produser Kompas TV Medan, Barih, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme para mahasiswa. Menurutnya, ruang belajar mahasiswa saat ini harus diperluas hingga ke luar area kampus demi menangkap perkembangan industri media yang bergerak cepat.
Selain mempelajari alur kerja redaksi, kunjungan ini juga membuka ruang diskusi mengenai tantangan jurnalisme modern. Di tengah pesatnya arus perkembangan media digital, kecepatan dalam menyajikan informasi memang menjadi tuntutan. Namun, tim redaksi menekankan bahwa kecepatan bukanlah satu-satunya prioritas. Akurasi, verifikasi berlapis, dan kredibilitas tetap menjadi prinsip utama yang tidak boleh dikorbankan dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Pengalaman berharga ini diakui langsung oleh Ahmad Balyan Ramadhan, salah satu peserta yang ikut dalam rombongan. Dirinya mengaku sangat senang bisa melihat langsung dapur redaksi salah satu media nasional terbesar di Indonesia tersebut.
Melalui kombinasi pelatihan teori dan kunjungan media ini, para peserta diharapkan tidak hanya mampu mengembangkan kemampuan jurnalistik mereka secara teknis, tetapi juga lebih siap dan adaptif dalam menghadapi tantangan industri media masa depan yang terus berkembang secara dinamis. (PEM)