Penulis: Fildzah Kirana Ramadhani
Dalam beberapa waktu terakhir, dunia kuliner diramaikan dengan kemunculan Dubai chewy cookie, sebuah dessert yang viral di berbagai media sosial, terutama TikTok. Banyak konten kreator membagikan pengalaman mereka saat mencicipi kue ini, sehingga membuat popularitasnya meningkat pesat dan menjadi perbincangan luas di kalangan pecinta makanan manis.
Dubai chewy cookie memiliki daya tarik utama pada teksturnya yang berbeda dari kue kering pada umumnya. Jika kebanyakan kue kering cenderung renyah, jenis ini justru menawarkan kombinasi unik antara bagian luar yang sedikit garing dengan bagian dalam yang lembut, kenyal, dan cenderung “moist”. Sensasi ini memberikan pengalaman makan yang lebih kaya dan memuaskan, sehingga membuat banyak orang ketagihan.
Nama “Dubai” yang melekat pada kue ini bukan tanpa alasan. Dubai dikenal sebagai salah satu kota yang menjadi pusat tren gaya hidup mewah dan inovasi kuliner. Banyak makanan yang berasal atau terinspirasi dari kota ini biasanya mengusung konsep premium, baik dari segi tampilan, bahan, maupun penyajian. Dubai chewy cookie pun dianggap sebagai bagian dari tren tersebut, di mana makanan tidak hanya dinilai dari rasa, tetapi juga dari estetika dan kesan eksklusif yang ditampilkan.
Di balik viralnya kue ini, terdapat pengaruh besar dari media sosial dalam menyebarkan tren kuliner secara global. Konten video dengan visual yang menarik, seperti tampilan cokelat yang meleleh di dalam cookie atau tekstur lembut saat dibelah, mampu menarik perhatian penonton dalam waktu singkat. Hal ini membuat banyak orang penasaran dan ingin mencoba, baik dengan membeli langsung maupun membuatnya sendiri di rumah.
Dari segi bahan, Dubai chewy cookie umumnya menggunakan komponen yang cukup sederhana, seperti tepung terigu, mentega, gula, telur, serta cokelat. Namun, kualitas bahan menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan rasa yang maksimal. Penggunaan mentega berkualitas tinggi dan cokelat premium sering kali menjadi kunci untuk menciptakan cita rasa yang lebih kaya dan tekstur yang sempurna.
Selain bahan, teknik pembuatan juga memegang peranan penting. Untuk mendapatkan tekstur chewy yang khas, adonan tidak boleh dipanggang terlalu lama. Waktu pemanggangan yang tepat akan menghasilkan bagian luar yang matang dengan baik, sementara bagian dalam tetap lembut dan sedikit lengket. Proses pencampuran adonan juga harus dilakukan dengan benar agar menghasilkan konsistensi yang pas.
Menariknya, meskipun terlihat seperti dessert mewah, Dubai chewy cookie sebenarnya bisa dibuat sendiri di rumah dengan mengikuti resep yang tepat. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa tren ini semakin berkembang, karena banyak orang tertarik untuk mencoba membuat versi mereka sendiri dan membagikannya di media sosial.
Fenomena Dubai chewy cookie menunjukkan bagaimana tren makanan saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh rasa, tetapi juga oleh visual, cerita di baliknya, serta kekuatan media sosial. Sebuah makanan bisa menjadi viral bukan hanya karena enak, tetapi juga karena mampu menarik perhatian secara visual dan emosional.
Dengan segala keunikan yang dimilikinya, Dubai chewy cookie berhasil menjadi salah satu tren dessert yang paling populer saat ini. Kombinasi antara tekstur yang khas, rasa yang lezat, serta citra premium menjadikannya sebagai pilihan menarik bagi para pecinta kuliner yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda.
https://tse2.mm.bing.net/th/id/OIP.86se7Pasw8nSqeNieCw2pwHaGm?pid=Api&P=0&h=180